Monday, 26 March 2012

Kenaikan Harga BBM dari Sudut Pandang Saya


Akhir-akhir ini, negara kita tengah dihebohkan dengan adanya wacana kenaikan BBM yang rencananya akan diterapkan mulai Bulan April 2012. Sebagai seorang mahasiswa, saya tidak ingin hanya menjadi kaum yang buta, yang selalu mencoba menutup mata atas permasalahan di Negeri ini. Pada tulisan ini, saya akan mengungkapkan pendapat saya sebagai seorang akademisi tentang kenaikan harga BBM.


Logika Pertama:
Fakta tentang kenaikkan harga minyak dunia yang mencapai USD 122,01 per barel pada hari Senin 19 Maret 2012 tidak bisa dipungkiri lagi. Berdasarkan artikel yang saya baca di www.republika.co.id, salah satu penyebab kenaikan harga minyak dunia adalah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Mohammad bin Dhaen Al-Hamli (Menteri Energi Uni Emirat Arab) mengatakan bahwa terdapat banyak ketegangan di negara-negara penghasil minyak yang melambungkan harga minyak sekarang ini.

Menaikkan harga BBM bagaikan buah simalakama yang harus telan oleh Pemerintah. Ketika harga BBM tidak dinaikkan, pemerintah harus menanggung biaya yang lebih besar untuk subsidi BBM dan tentunya harus merelakan anggaran biaya lainnya seperti pendidikan dan subsidi energi lain seperti listrik, gas dan lain sebagainya. Kawan tidak kah kita sadar, bahwa tinggi rendahnya harga BBM bukan sesuatu yang bisa membuat kita hidup layak.

Meskipun harga BBM bukan sesuatu yang bisa membuat kehidupan kita menjadi lebih baik atau buruk, namun kenaikan harga BBM di Indonesia secara langsung memberikan dampak yang mengejutkan (shock therapy) bagi masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah. Mau tahu dampak (shock therapy) kenaikan BBM ?? perhatikan uraian sederhana dibawah ini.

            BBM naik >>>> biaya transportasi umum, pengiriman barang dll akan naik
            biaya transportasi naik >>>> Harga penjualan produk (sembako) ikut naik
            Harga penjualan produk (sembako) naik  >>>  Pendapatan pedagang naik

So, untuk para pedagang saya rasa tidak ada masalah dengan kenaikan harga BBM. Apalagi bagi pedagang sembako, tidak mungkin deh permintaan sembako akan menurun drastis, trus mau makan apalagi ?? ya nggak bray,, hehehe,,

Saya rasa analogi diatas dapat digunakan untuk berbagai bidang pekerjaan, harga BBM naik, maka gaji naik brooo, yang bermasalah adalah ketika gajinya tidak naik. *Sabar* ^_^. Satu hal lagi yang membuat segalanya menjadi rumit adalah pengangguran, karena harga BBM tidak berpengaruh terhadap penghasilan mereka, karena mereka memang tidak punya penghasilan. Mungkin orang-orang inilah yang perlu diberdayakan nantinya, agar tidak selalu menjadi benalu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Logika kedua:
Penjelasan kali ini saya buat lebih singkat dari logika pertama. Jika harga BBM benar-benar naik, bukankah itu merupakan salah satu peluang besar bagi negeri ini untuk bisa hidup mandiri dengan segera mengembangkan energi alternatif yang dapat diperbaharui. Di tiap kampus yang ada di Indonesia, saya yakin bahwa ada lebih dari 100 bahkan 1000 mahasiswa yang melakukan penelitian tentang energi terbaharukan. Akan tetapi, sampai saat ini belum bisa terealisasikan ??


Dari segi ketersediaan bahan baku, Indonesia mampu memenuhi untuk membuat energi terbarukan. Konsep-konsep yang berkualitas juga sudah bertebaran dimana-mana. Hanya satu yang kurang, yaitu dalam segi teknis pelaksanaannya. Meskipun hal tersebut memang sulit dilakukan, tapi saya rasa bangsa ini bisa melakukannya. Bukankah kita juga merasakan kesulitan saat pertama kali belajar berjalan, naik sepeda, membaca dan lain sebaginya, dengan perjuangan yang sungguh-sungguh kita bisa melakukannya.

Memang sampai saat ini saya hanya bisa berkata ini dan itu, tapi apakah salah jika saya mengutarakan apa yang ada di pikiran saya. Karena saya juga masih belajar dan ingin mengajak teman-teman sekalian untuk belajar memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang lain, sehingga nantinya kita dapat menjadi seorang yang bijaksana, bukan seorang yang selalu benar.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...